Minggu, 21 Februari 2010
Sft Skill " Kreasi Gelang Dan Anting Dari Manik - Manik
" Mba kok belum di mulai " teriak para peserta pada jumat 12 Februari 2010. Ruangan perpustakaan karyawan sampoerna yang telah dipenuhi 23 orang ibu - ibu telah siap mengikuti acara " Kreasi Gekang dan Anting Dari Manik - Manik . hal ini dikarenakan para peserta sangat tertarik dengan hasil dari kreasi yang telah ditunjukan oleh narasumber.
Waktu menunjukkan Pkl. 15. 00 ketika acara dibuka dengan penjelasan dari YPPI bahwa bahan manik - manik yang diberikanpada kegiatan ini bukan kualitas 1 tapi kualitas kelas 2. Harapannya agar para peserta lebih bisa mengeksplor kreasinya di rumah.
Awal penjelasan di berikan oleh ibu Ira Waluyo mengenai ragamyang bisa dibuat dari bahan manik - manik ini. Pada pelatihan kali ini manik - manik dikreasi menjadi gelang dan anting.
Bentuk gelang ada 2 model yaitu bentuk melingkar biasa dan bentuk melingkar spiral.
Bahan yang telah disediakn mulai dibagikan kepada peserta. dengan alat tang, para peserta mulai mengkreasi manik - manik menjadi gelang yang lucu dan manis.
1 jam kemudian para peserta sudah menyelesaikan bentuk gelang dari manik - manik. selanjutnya pembuatananting yang lebih mudah dari pada gelang. Dalam waktu 15 menit 23 peserta telah menyelesaikan 2 bentuk kreasi dari bahan manik - manik. ( Diswanti
Nonton & Diskusi Film " Wanita Berkalung Sorban "
Seorang perempuan berjubah putih,menutupi wajahnya denga sorban memacu kudanya menyusuri garis pantai. Adegan pertama yang muncul ketika Film " Wanita berkalung Sorban " diputar di perpustakaan karyawan Sampoerna, pada hari jumat 5 Februari 2010.
Acara yang menjadi aktivitas rutin kali ini tidak diisi dengan diskusi dan soft skill dengan tema tertentu. akan tetapi dengan pemutaran film yang masih berhubungan dengan diskusi minggu lalu mengenai KDRT.
Pemutaran film dilakukan pada pkl. 15.20, para ibu yang memang peserta setia kegiatan jumatan mengikuti dengan serius setiap adegan yang ada, meskipun masih ada celetukan ketika ada adegan yang memojokan perempuan.
Film yang menonjolkan perjuangan perempuan di pesantren dalam mendapatkan hak dalam keilmuan, dan perjuangan perempuan persamaan gender, perjuangan hidup menghadapi berbagai kesulihatan.
Walaupun mendung yang sejak sore sudah mempayungi kota surabaya tidak menyurutkan para perempuan ini untuk tetap ada didalam ruangan.
Hingga pkl. 17.20 WIB pemutaran film selesai. " mba kapan - kapan pemutaran film kayak ngini dilakukan lagi ya. tapi yang ada pengetahuan buat kami, biar kami lebih pinter lagi " kata bu suparlina.
Itulah yang diharapkan oleh tim YPPI selaku pelaksana kegiatan ini, berbagai kegiatan yang dilakukan memotivasi para peserta untuk memperbaiki diri dalam segala bentuk baik untuk keluarga,diri sendiri maupun lingkungan kerja . ( diswanti )
Minggu, 31 Januari 2010
Diskusi " Meminimalisir Kekerasan dalam Rumah Tangga "
Waktu menunjukkan pkl. 15.15 ketika acara dimulai. Narasumber kali ini berasal dari LSM Safi Amira yang konsent dibidang perlindungan anak dan perempuan.
Awal materi diisi dengan kasus - kasus yang diterima safi amira dalam penampingan korban KDRT. Diskusi berlanjut dengan pertanyaan yang diajukan para peserta kepada Ibu diana ( selaku wakil safi amira ), mengenai kondisi dan bagaimana penangganan jika dilingkungan kita terjadi kekerasan dalam rumah tangga.
Diberikan juga tips - tips agar meminimalisir terjadinya kekerasan dalan rumah tangga. Pserta juga dipersilakan untuk datang ke safi jika memang memiliki permasalahan mengenai KDRT.
Diskusi kali ini dipilih untuk memberikan pengetahuan kepada kaum perempuan terutama bagaimana tindakan jika terjadi KDRT.
Kreasi Tas Dari Bungkus Mie Instan
Narasumber yang berasal dari taman Belajar Masyarakat Sampoerna " Puspa Indah " telah siap dengan materi dan bahan praketek.
Pkl. 15.00 tepat acara di mulai dengan mengenalkan materi yang akan dibuat. suasan menjadi riuh ketika bu rini salah satu narasumber menyebut " bungkus mie instan ". Hasilnya seperti apa nantinya mba? tanya salah satu peserta . Setelah diperlihatkan hasilnya , peserta memulai pelatihannproses pembuatan dimulai dengan memotong bungkus mie instan menjadi 2 bagian, dilipat menyerupai lipatan pada tikar pandan dan dirangkai.
Pkl. 15.00 tepat acara di mulai dengan mengenalkan materi yang akan dibuat. suasan menjadi riuh ketika bu rini salah satu narasumber menyebut " bungkus mie instan ". Hasilnya seperti apa nantinya mba? tanya salah satu peserta . Setelah diperlihatkan hasilnya , peserta memulai pelatihannproses pembuatan dimulai dengan memotong bungkus mie instan menjadi 2 bagian, dilipat menyerupai lipatan pada tikar pandan dan dirangkai.
Dikarenakan bahan materi yang terbatas, maka peserta sepakat akan menuruskan di rumah masing - masing. Sedangkanmateri rangkain untuk menjadikan tas ataupun dompet, akan diadakan sesion pelatihan tahap 2.
Senin, 18 Januari 2010
Kreasi Bahan Daur Ulang ( gelas Mineral & Sedotan )
Setelah hampir 3 minggu aktivitas rutin perpustakaan karyawan Sampoerna terhenti dikarenakan banyak jadwal libur di bulan desember 2009. Tahun 2010 aktivitas kembali berjalan, di minggu pertama ( 8 januari 2010 ), kegiatan ketrampilan diisi oleh teman - teman TBM nusantara dalam memanfaatkan sampah kering seperti gelas air mineral dan sedotan. para peserta yang sudah menunggu sejak pukul 14.30, meminta segera dimulai kegiatannya.
Bu irul sebagai salah satu narasumebr mulai memberikan arahan mengenai bahan yang akan dijadikan sebagai tudung saji dari gelas air mineral dan taplak dari sedotan bekas air mineral. Mendengar bahan yang digunakan para peserta terkesima " wah bisa dibuat tudung saji yang cantik kayak gini "
setelah dijelaskan cara membuatnya , para peserta mulai bergerak memotong gelas air mineral menjadi 2, lalu di satukan sama lain hingga menyatu membentuk lingkaran dan dihias dengan pita dan renda - renda.
selanjutnya materi masuk dalam pembuatan taplak dari sedotan bekas yang di rangkai dengan bantuan benang sulam ( benang songket ). ketika waktu menunjukkan pkl. 17.00, peserta yang belum menyelesaiakan rangakain taplaknya memint kepada narasumebr bahan meteri yang akan dilanjutkan dirumah.
" Buat Ngisi waktu dirumah mbak " kata para peserta.
Mengatasi stress
Agenda diskusi yang sejogya diisi dengan tema mengatsi stress ditempat kerja, tidak dapat berlangsung dikarenakan narsumber yang memebrikan materi secara mendadak membatalka. akan tetapi kegiatan tetap berlangsung yang diisi dengan menonton fil, mengatsi stress.
waluapun tidak ada pembicara yang memberikan materi, para peserta cukup antusias dalam mengikuti gerakan - gerkan yang bisa mengurasi stress. seperti gerakan meditasi ataupun gerakan yang memberikan efek relaksasi.
setelah pemutaran film, peserta memberikan komentarnya mengenai aktivitas di perpustakaan karyawan sampoera. dari komentar yang terkumpul, respon positif didapat dari para peserta, seperti, kegiatan seperti sangat bagsu,mohon terus dilakukan. dan sebagainya.
waluapun tidak ada pembicara yang memberikan materi, para peserta cukup antusias dalam mengikuti gerakan - gerkan yang bisa mengurasi stress. seperti gerakan meditasi ataupun gerakan yang memberikan efek relaksasi.
setelah pemutaran film, peserta memberikan komentarnya mengenai aktivitas di perpustakaan karyawan sampoera. dari komentar yang terkumpul, respon positif didapat dari para peserta, seperti, kegiatan seperti sangat bagsu,mohon terus dilakukan. dan sebagainya.
Berkreasi Dengan Hantaran Pengantin
Agenda desember 2009 minggu pertama, tanggal 4 desember 2009 diisi dengan aktivitas pembuatan hantaran pengantin.
Dengan materi yang dibawah sendiri oleh para peserta berupa handuk, kain jarik, mukena maupun baju. Sebelum dimulai , dibuat kesepakatan bentuk yang akan dibuat.Muncul berbagai usulan, mulai membuat kura- kura, masjid, maupun burung merak. Akhirnya dibuat kesepakatan akan dibuat menara masjid dari bahan mukena dan sajadah.
Sambil memegang bahan yang akan di kreasi , para ibu ini mendengarkan dengan serius arahan dari narasumber.
setelah berlangsung hampir 90 menit, akhirnya bahan yang dibawa oleh peserta terlihat bentuknya." wah .. punyaku sudah jadi kura - kura " kata bu suparlina .
setelah diberi hiasan yang sesuai agar benar - benar terlihat bentuknya, hasil kreasi hantaran pengantin ini dibawa pulang oleh para peserta.
Dengan materi yang dibawah sendiri oleh para peserta berupa handuk, kain jarik, mukena maupun baju. Sebelum dimulai , dibuat kesepakatan bentuk yang akan dibuat.Muncul berbagai usulan, mulai membuat kura- kura, masjid, maupun burung merak. Akhirnya dibuat kesepakatan akan dibuat menara masjid dari bahan mukena dan sajadah.
Sambil memegang bahan yang akan di kreasi , para ibu ini mendengarkan dengan serius arahan dari narasumber.
setelah berlangsung hampir 90 menit, akhirnya bahan yang dibawa oleh peserta terlihat bentuknya." wah .. punyaku sudah jadi kura - kura " kata bu suparlina .
setelah diberi hiasan yang sesuai agar benar - benar terlihat bentuknya, hasil kreasi hantaran pengantin ini dibawa pulang oleh para peserta.
Langganan:
Postingan (Atom)